Pengkhotbah : Ibu Leniwan Darmawati Gea, M.Pd
Tema : Orang Kristen berfikir bersama Kristus
Minggu 03 Oktober 2021
Bapak/Ibu saudara/i yang di kasihi Tuhan, siapakah orang Kristen itu? Orang Kristen adalah “orang kudus” (Yun. hagios) yang berarti dipisahkan/ dikhususkan bagi Allah (1:1).
Ada beberapa hal yang akan kita renungkan berkaitan dengan tema Orang Kristen berfikir bersama Kristus:
1. Siapakah Orang Kristen itu?
Status sebagai orang Kristen adalah suatu status khusus yang tidak terbatas pada identitas manusiawinya, tetapi lebih dari pada itu yang ditekankan adalah status rohaninya. Status rohani sebagai orang Kristenlah yang dapat memungkinkan seseorang dapat terhubung dengan Allah. Tanpa itu, tidak seorang pun dapat memiliki kesadaran akan Allah, apalagi bersekutu dengan-Nya.
2. Berfikir bersama Kristus
Kristus Sebagai Sumber Berpikir Kita
■ Tidak ada sumber pemikiran yang terbaik selain Kristus. Rasul Paulus mengarahkan kita kepada Kristus sebagai sumber pemikiran yang harus kita serupai.
■ Ayat 5-11 merupakan gambaran pikiran Kristus yang luar biasa, bahwa Kristus tidak mempertahankan kesetaraan dengan Allah, walaupun Ia adalah rupa Allah. Rupa Allah menggambarkan tentang hakekat keilahian Kristus, tetapi dalam keadaan seperti itu, Kristus malah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba.
Prinsip Berpikir Bersama Kristus
Tidak ada prinsip lain yang memungkinkan seseorang dapat berpikir bersama Kristus, selain berada dalam Kristus.
Maksud Berpikir Bersama Kristus
Berpikir bersama Kristus tidak menghilangkan perbedaan diantara kita. Sebaliknya berpikir bersama Kristus menolong kita untuk merawat perbedaan dalam persekutuan dengan-Nya. Hal itulah yang dilukiskan dalam ungkapan “sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,” (ayat 2).
Realisasi Berpikir Bersama Kristus
Berpikir bersama Kristus dapat terealisasi jika kita tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Ada beberapa hal yang dapat menopang kita untuk merealisasikan pikiran yang menyerupai Kristus:
a. Mengosongkan diri
b. Rendah hati
c. Mengutamakan orang lain
d. Memperhatikan kepentingan orang lain
e. Taat mengerjakan keselamatan
Melalui firman Tuhan ini, kita dipanggil untuk menyadari akan beberapa hal:
■ Identitas kekristenan kita yang telah dipisahkan dan dikhususkan bagi Kristus.
■ Berpikir serupa dengan Kristus serta menempuh jalan Kristus, yaitu jalan pengosongan diri.